NEW ARTICLE ABI BLOG Thank you for visiting this blog, may be useful

Pengertian Faktor Daya dan manfaat dari Koreksi Faktor Daya

Pengertian Faktor Daya dan manfaat dari Koreksi Faktor Daya


Pengertian Faktor Daya

    Apa yang dimaksud Faktor Daya (power factor)?    Faktor Daya merupakan karakteristik dari arus bolak balik (AC : Alternating Current) yanga dapat di difinisi kansebagai rasio dari daya kerja terhadap total daya.    Beberapa hal yang berhubungan dengan arus bolak balik (AC) adalah sebagai berikut:
1. Real Power yaitu power yang menghasilkan kerja (kW)
2. Available Power yaitu total daya yang digunakan (kVA)
3. Reactive Power yaitu daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan medan magnet yang di butuhkan untuk mengoperasikan peralatan listrik induktif (kVAR)
    Hubungan antara faktor daya (power factor), real factor, available power dan reactive power adalah sebagai berikut:

Power factor = Real Factor / Available Factor = kW / kVA


    Power factor biasanya ditulis sebagai persentase (%) dan bisa juga dalam decimal (x,xx). Factor daya yang penuh/sempurna, bisa di anggap factor daya 100% atau 1.0.

Apa yang di maksud koreksi factor daya ( Power Factor Correction)?

    Sebuah beban dengan faktor daya tertulis 1,0 adalah beban yang paling efisien dari total daya yang tersedia sementara beban untuk faktor daya yang tertulis 0,6 adalah beban yang memiliki kerugian tinggi. Hal ini berpengaruh kepada nilai tagihan listrik dari pemasok daya. Karena hal hal tersebut maka di perlukan modifikasi pada sistem distribusi daya sehingga bisa memperoleh nilai kerugian yang mengecil dan itulah yang di maksud koreksi faktor daya.

Cara penerapan koreksi faktor daya

    Koreksi faktor daya juga di sebut koreksi statis hal ini bisa di lakukan dengan penambahan kapasitor yang di pasang secara paralel dengan rangkaian distribusi daya . Pada prinsipnya cara ini adalah pembatalan arus induktif yang mengalir dari suplai/ pemasok daya. Pada artikel Kapasitor Bank dijelaskan hitungan detail dari hal ini.    Kapasitor dapat diterapkan pada starter atau panel switchboard distribusi utama . Namun koreksi ini tidak berlaku untuk peralatan peralatan yang menggunakan variable speed driver terutama pada motor.    Dengan pemakaian rangkaian kapasitor bank dapat di pantau dengan pengontrol otomatis untuk mempertahankan faktor daya sesuai pengaturan yang ditetapkan. Kontrol di dalam panel kapasitor bank akan mendeteksi nilai dari faktor daya pada seluruh distribusi kemudian menyimpulkan dalam keputusan ON/OFF koneksi kapasitor bank dengan rangkaian distribusi daya utama.

Apa yang di maksud beban induktif?

    Beban induktif adalah peralatan listrik yang memberikan beban induktif misalnya lampu, pemanas listrik, mesin las, trafo dan motor listrik (tanpa variable speed driver).

Apa manfaat dari lain dari koreksi factor daya?

    Selain untuk menghemat daya listrik yang berpengaruh pada tagihan dari pemasok listrik, koreksi faktor daya juga mem-backup kondisi tegangan, maksudnya adalah pada saat tegangan pasokan daya menurun maka dapat membantu men-stabilkan kembali pada tegangan yang yang di butuhkan, dan sebaliknya koreksi faktor daya dapat meredam hentakan tegangan yang tiba tiba naik.    Kecuali itu koreksi faktor daya menjadi pertimbangan nilai secara ekonomis dalam desain distribusi daya, pengurangan ukuran transformator , switch-gear dan diameter kabel.

Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel

Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel

Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel

Pengertian stainless steel/baja tahan karat.

    Mengapa sebut stainless steel atau baja tahan karat, dan mengapa stainless steel tidak berkarat?    Disebut sebagai baja tahan karat (stainless steel ) karena jenis baja ini tahan terhadap pengaruh oksigen dan memiliki lapisan oksida yang yang stabil pada permukaan baja, Stainless steel bisa bertahan dari pengaruh oksidasi karena mengandung unsur Chromiun lebih dari 10,5%, unsur chromium ini yang merupakan pelindung utama baja dalam stainless steel terhadap gejala yang di sebabkan kondisi lingkungan.    Stainless steel di bagi dalam beberapa kelompok utama sesuai jenis dan porsentase material sebagai bahan pembuatannya. Kelompok/ klasifikasi stainless steel antara lain adalah sebagai berikut:

1. Kelompok Stainless Steel Martensitic

    Martensitic memilliki kandungan Chrome sebesar 12% sampai maksimal 14% dan Carbon pada kisaran 0,08-2,0%. Kandungan karbon yang tinggi merupakan hal yang baik dalam merespon panas untuk memberikan berbagai kekuatan mekanis , misalnya kekerasan baja.    Baja tahan karat klas martensitic menunjukkan kombinasi baik terhadap ketahanan korosi dan sifat mekanis mendapat perlakuan panas pada permukaannya sehingga bagus untuk berbagai aplikasi. Baja tahan karat kelompok ini bersifat magnetis.    Pada kelompok atau klasifikasi martensic di bagi dalam beberapa type yang antara lain adalah:

a. Type 410    Memiliki kandungan chrome sebanyak 13% dan 0,15% carbon, jenis yang paling baik di gunakan pada pengerjaan dingin.

b. Type 416    Memiliki kandungan yang sama dengan type 410, namun ada penambahan unsur shulpur.

c. Type 431    Mengandung 175 chrome, 2,5% nikel dan 0,15% maksimum carbon.

2. Kelompok Stainless Steel Ferritic

    Ferritic memiliki kandungan chrome sebanyak 17% dan carbon antara 0,08-0,2%. Memiliki sifat ketahanan korosi yang meningkat pada suhu tinggi. Namun sulit di lakukan perlakuan panas kepada kelompok stainless steel ini sehingga penggunakan menjadi terbatas, Baja tahan karat kelompok ini bersifat magnetis.    Pada kelompok atau klasifikasi ferrtic di bagi dalam beberapa type yang antara lain adalah:

  * Type 430    Memiliki kandungan chrome sebanyak 17% , dan kandungan baja yang rendah. Tahan sampai temepratur/suhu 800%, biasanya di buat dalam bentuk baja strip.

3. Kelompok Stainless Steel Austenitic

    Austenitic memiliki kandungan chrome pada kisaran 17-25% dan Nikel pada kisaran 8-20% dan beberapa unsur/elemen tambahan dalam upaya mencapai sifat yang di inginkan. Baja tahan karat kelompok ini adalah non magnetic.    Pada kelompok atau klasifikasi austenitic di bagi dalam beberapa type yang antara lain adalah:

a. Type 304    Type ini dibuat dengan bahan dan pertimbangan ekonomis, sangat baik untuk lingkungan tercemar dan di air tawar namun tidak di anjurkan pemakaiannya yang berhubungan langsung dengan air laut.

b. Type 321    Merupakan variasi dari type 304 namun dengan penambahan Titanium dan Carbon secara proporsional. Lumayan baik untuk pengerjaan suhu tinggi.

c. Type 347    Mirip dengan type 321 tetapi dengan penambahan Niobium(bukan Titanium)

d. Type 316    Pada type ini ada penambahan unsur Molibdenum 2-3% sehingga memberikan perlindungan terhadap korosi, baik di gunakan pada peralatan yang berhubungan dengan air laut. Penambahan Nikel sebesar 12% tetap memepertahankan struktur austenitic.

e. Type 317    Mirip dengan type 316, namun ada penambahan lebih pada unsur/elemen Molybdenum sebesar 3-4%, memberikan peningkatan ketika berhubungan langsung dengan air laut pada suhu/temperature dingin.f. 6 Moly    Lebih dikenal dengan istilah UNS S31254, merupakan jenis yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air laut karena tingginya kadar Chromium dan Molibdenum.

g. L Grade    Memiliki kandungan Carbon rendah (316L) dibatasi antara 0,03-0,035%, hal ini akan menyebabkan pengurangan kekuatan tarik.

4. Kelompok Stainless Steel Duplex

    Merupakan kelompok terbaru yang memiliki keseimbangan Chromium, Nikel, Molibdenum dan Nitrogen pada campuran yang sama antara kelompok austenite dan kelompok ferit. Hasilnya adalah sebuah kekuatan yang tinggi, sangat tahan terhadap korosi. Direkomendasikan pada suhu -50 sampai dengan +300 ° C. Biasanya di sebut uNS, sebagai merk dagang. Beberapa type antara lain adalah:

a. UNS S31803    Ini merupakan kelas duplex type yang paling banyak di gunakan. Komposisinya adalah: 0,03% maksimum Carbon, 22% Chrome, 5,5% Nikel, dan 0,15 Nitrogen.

b. UNS S32750    Type duplex yang rendah menurut sifat mirip dengan type 316, tapi dua kali lipat kekuatan tariknya. Komposisinya adalah: 0,03% carbon, 23% Chrome, 4% Nikel dan 0,1% adalah Nitrogen.

c. UNS S32750    Ini merupakan type super untuk kelompok duplex, ketahanan terhadap korosi yang meningkat. Komposisi dari type ini adalah: 0,03% maksimum Carbon, 25% Chrome, 7% Nikel, 4% Molibdenum dan 0,028 nitrogen. 

Kesimpulan dari pembahasan Stainless Steel

    Demikian pembahasan tentang Stainless Steel/ Baja tahan karat dan mengapa Stainless Steel tahan terhadap korosi/karat. Dengan mengetahui semua karakteristik dan material bahan pada stainless steel akan menjadi acuan pemilihan jenis untuk pekerjaan tertentu, tentunya dengan pertimbangan lingkungan sekitar, kekuatan dan budget/ dana untuk sebuah pekerjaan yang memakai stainless

Pengertian, standard, Kalibrasi dan Tabel range thermocouple/termokopel

Pengertian, standard, Kalibrasi dan Tabel range thermocouple/termokopel


Apakah thermocouple/termokopel?

    Thermocouple/ termokopel adalah sebuah alat pengukur suhu yang terdiri dari penggabungan dua logam yang berbeda jenis  pada ujungnya dan menghasilkan tegangan kecil ketika di panaskan. Setiap material atau bahan yang di pakai di dalam thermocouple/termokopel memiliki range yang berbeda dan perubahan tegangan yang berbeda tiap titik suhu yang di terima pada ujung thermocouple/termokopel.
    Thermocouple tersedia dalam beberapa kombinasi material/bahan yang tertera dalam tiap tipe dan memiliki rentang suhu ( temperature range)yang berbeda . Perlu memperhatikan range dalam pengaplikasian termokopel/thermocouple yang di butuhkan dalam sebuah system. Karena setiap materi/bahan memiliki titik maksimum  suhu (Maximum temperature).

Standard pemakaian thermocouple/termokopel

   Standard penggunaan thermocouple/termokopel di atur dalam British Standards Specification, BS 1041, tentang pemilihan dan penggunaan thermocouple/termokopel.

Kalibrasi Thermocouple/termokopel

    Kalibrasi thermocouple/termokopel disarankan setidaknya tiap satu tahun pemakaian sebagai waktu interval dan tidak boleh melebihi dari 4 tahun, guna memastikan ketetapan dan ketepatan nilai dari alat pembaca suhu tersebut.   
    Tergantung pada penempatan thermocouple / termokopel, pada penempatan ekstrim, misalnya perubahan suhu pembacaan yang sangat signifikan naik dan turunnya, atau pada penempatan yang terus bergerak secara fisik akan mempengaruhi termokopel dan mungkin memerlukan interval kalibrasi yang lebih pendek/cepat.
    Beberapa hal yang perlu di perhatikan juga dalam pemakaian  thermocouple adalah pengaruh oksidasi material yang di pakai, deformasi, dan penuaan yang tentunya menjadi efek bagi kinerja dari termokopel. Secara umum untuk type tertentu pengaruh ini bisa menjadi masalah yang lebih parah dan tidak diperlukan lagi kalibrasi namun harus di lakukan penggantian.

Tabel temperature range thermocouple/termokopel

    Tabel rentang suhu ( temperature range ) dari beberapa material/ bahan thermocouple/termokopel.

ASTM Type
Conductor Combination
Temperature Range

°F
°C
B
Platinum 30% Rhodium /
Platinum 6% Rhodium
2500 to 3100
1370 to 1700
E
Nickel-chromium / Constantan
32 to 1600
0 to 870
J
Iron / Constantan
32 to 1400
0 to 760
K
Nickel-chromium / Nickel-aluminum
32 to 2300
0 to 1260
N
Nicrosil / Nisil
32 to 2300
0 to 1260
R
Platinum 13% Rhodium /
Platinum
1600 to 2640
870 to 1450
S
Platinum 10% Rhodium /
Platinum
1800 to 2640
980 to 1450
T
Copper / Constantan
-75 to +700
-59 to +370

Mengapa harus menggunakan kabel gland dalam instalasi kabel?

Mengapa harus menggunakan kabel gland dalam instalasi kabel?

Mengapa harus menggunakan kabel gland dalam instalasi kabel?     Beberapa alasan mendasar mengapa kabel gland di perlukan dalam instalasi kabel.
  1. Agar kabel tidak bergerak/ diam dalam kondisi apapun sehingga menghindari kelecetan/cacat pada kulit kabel.
  2. Untuk memastikan kabel aman karena di lindungi oleh lapisan khusus dalam kabel gland.
  3. Untuk memastikan grounding yang lebih baik/sempurna antara armour kabel dan box peralatan.

Apakah petir dan akibat yang ditimbulkan petir

Apakah petir dan akibat yang ditimbulkan petir

Pengertian petir

    Petir adalah suatu fenomena alam yang merupakan hasil suatu proses elektro statis yang terjadi di awan akibat adanya medan listrik yang sangat besar pada daerah muatan positif dan pada muatan negatif.
    Dalam keadaan normal, udara mengandung ion ion positif dan negatif yang terdistribusi secara acak/ random.
    Pada saat akan terjadi petir, ion ion di udara yang tadinya terdistribusi secara acak/random dan membentuk muatan yang netral akan terpisah, muatan negatif berada di lapisan bawah dan muatan positif berada pada lapisan atas. Dengan adanya muatan negatif pada lapisan bawah, maka di permukaan bumi terinduksi muatan positif dan terbentuk medan listrik antara awan dan permukaan bumi.
Apakah petir dan akibat yang ditimbulkan petir    Bila medan listrik tersebut melebihi kekuatan medan tembus udara, maka terjadilah pelepasan muatan (discharge) dan terjadilah kilat/petir.
    Medan listrik atmosphere besarnya 100 Y/M dalam keadaan cuaca normal.
Jika terjadi sambaran petir, besarnya medan listrik bisa mencapai 15 s/d 20 KV/M.
    Dari hasil pengamatan sambaran, petir terdiri dari beberapa sambaran dengan tahapan sebagai berikut:

Line Transmisi dan komponen pendukung lain

LINES TRANSMISI DAN KOMPONEN LAIN


1. Pengertian Transmisi line / Jalur transmisi.

    Jalur transmisi adalah saluran untuk membawa sinyal RF (dan energi yang terkandung dalam sinyal tersebut) antara unsur-unsur dari sistem komunikasi.
    Jalur transmisi bukan hanya konduktor yang membawa arus listrik seperti kabel listrik untuk alat listrik. Prinsip saluran transmisi, berasal dari teori elektromagnetik, harus digunakan ketika garis melebihi beberapa persepuluh dari panjang gelombang.
    Pada saluran transmisi, tidak hanya arus mengalir di dalam dan pada permukaan konduktor, tapi perjalanan medan elektromagnetik juga "dipandu" oleh konduktor. Oleh karena itu, geometri saluran transmisi merupakan dasar karakteristik listriknya.

2. Jenis Transmission Line 

Line Transmisi dan komponen pendukung lain
Gambar 1 jenis umum. Jalur transmisi
    Gambar 1 menunjukkan susunan konduktor untuk beberapa jenis yang umum dari jalur transmisi. Dua jalur kabel, ditunjukkan pada Gambar 1(a), adalah mudah untuk membuat dan karakteristiknya dapat segera disesuaikan dengan mengubah diameter dan jarak kabel.

Jenis dan fungsi antena

Jenis dan fungsi antena


    Antena dapat diklasifikasikan dalam beberapa metode. Salah satu metode adalah pada band frekuensi operasi. Yang lainnya termasuk struktur fisik dan desain / elektromagnetik. Antena biasa digunakan untuk LMR baik di base station maupun di unit mobile yang hanya mewakili sebagian kecil dari semua jenis antena.
Jenis dan fungsi antena    Yang paling sederhana adalah antena nondirectional/ dipole dasar/ monopoles. Kemudian yang lebih kompleks antara lain antena directional yang terdiri dari elemen array, seperti dipole atau menggunakan satu elemen pasif dan beberapa elemen aktif, seperti pada antena Yagi.
    Teknologi antena baru sedang dikembangkan yang memungkinkan antena untuk secara cepat mengubah pola dalam merespon terhadap perubahan arah kedatangan sinyal yang diterima. Antena dan teknologi pendukungnya disebut adaptif atau "smart" antena dan dapat digunakan untuk band LMR higher frequency di masa depan.

Karakteristik Antena

Karakteristik Antena

    Dalam sistem komunikasi radio, antena memiliki dua fungsi dasar. Fungsi utama adalah untuk memancarkan gelombang radio/sinyal RF dari pemancar, atau untuk mengkonversi gelombang radio menjadi sinyal RF untuk diproses oleh penerima. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan energi radiasi dalam  arah yang diinginkan, atau menjadi "sensitif" untuk penerimaan dari arah  yang diinginkan. Sering diabaikan, aspek directional sifat antena adalah penindasan radiasi (suppression radiation) di arah yang tidak diinginkan, atau penolakan penerimaan dari arah yang tidak diinginkan.
Karakteristik Antena    Karakteristik directional antena sangat penting untuk memahami tentang 
antena dan bagaimana ia digunakan dalam sistem komunikasi radio. Karakteristik ini saling terkait antara gain, directivity, pola radiasi (antena), dan polarisasi. Karakteristik lain seperti beamwidth, panjang efektif (effective
length), dan diafragma yang berasal dari empat yang tercantum di atas. Terminal (input) impedansi

Hubungan frekuensi dan panjang gelombang

Hubungan frekuensi dan panjang gelombang 

    Gelombang elektromagnetik merambat melalui udara karena adanya proses saling ketergantungan mendasar dari listrik dan medan magnet yang menjadi bagian dari itu. 
Hubungan frekuensi dan panjang gelombang     Medan listrik yang berubah dalam hitungan waktu menghasilkan medan magnet yang kekuatannya ditentukan oleh laju perubahan medan listrik. 
    Dan, dalam penjelasan lengkapnya sebagai berikut, medan magnet yang berubah dengan waktu menghasilkan medan listrik yang kekuatannya ditentukan oleh laju perubahan medan magnet. 
    Hal ini berarti bahwa energi yang terkandung didalam, dan dipancarkan oleh gelombang radio dibagi menjadi dua bidang.

Kalibrasi Defferential Pressure Transmitter

Kalibrasi Defferential Pressure Transmitter

Alat yang perlu disiapkan

Kalibrasi Defferential Pressure Transmitter
  • Data sheet
  • Pressure Calibrator ( std )
  • Multimeter ( std )
  • HART Comunicator

Langkah kalibrasi

  1. Mintalah kepada teknisi/operator panel untuk mengeset/ memposisikan controller ke mode manual untuk control loop dan meletakkannya di MOS ke loop ESD.
  2. Hook up HART Communicator dan memverifikasi beberapa parameter dengan mengacu pada lembar data pada data sheet . Parameter kusus , nomor tag , PV , LRV dan URV.
  3. Mengisolasi/ memisahkan/menyekat instrumen dari proses lain yang bekerja.
  4. Buang tekanan sepanjang saluran manifold.
  5. Buka kedua konektor pada seal pot.
  6. Top up seal cair untuk sisi rendah sampai setengah dari segel pot.
  7. Lepas tubing di sisi tertinggi dari manifold.
  8. Hook up Pressure Calibrator pada nilai yang tinggi dan mengisolasi katup ventilasi.
  9. Hook up multimeter secara seri dengan sinyal ke DCS untuk mengukur sinyal arus.
  10. Terapkan tekanan sesuai perhitungan ketika tingkat setara dengan nol.
  11. Multimeter harus menunjukkan 4mA.
  12. Jika tidak, lakukan penyesuaian pada transmitter menggunakan HART Communicator.
  13. Terapkan tekanan sesuai perhitungan ketika tingkat setara dengan 100 % Multimeter harus menunjukkan 20mA.
  14. Jika tidak, lakukan penyesuaian range pada transmitter menggunakan HART Communicator.
  15. Setelah pekerjaan selesai meminta operator panel untuk menempatkan loop kembali dalam mode normal atau menormalkan MOS.
  16. Mengisi formulir kalibrasi dan file untuk referensi data yang di pakai pada masa mendatang.

  • Catatan : Ada banyak cara untuk melakukan kalibrasi untuk tingkat DP tapi yang penting adalah DP yang terbaca di HART Communicator harus sama dengan LRV dan URV.

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponenMenguji kondisi dan mengukur nilai komponen resistor

    Meskipun resistor merupakan komponen yang paling sederhana tetapi pengukuran dari kondisinya acap kali bermanfaat. Terutama untuk resistor dengan nilai hambatan yang besar seringkali dianggap sebagai keadaan hubungan terbuka/kondisip putus.
    Pengukuran dengan cara sinyal suara/visual tidak akan praktis jika digunakan untuk menguji kondisi dari Resistor dengan harga yang besar dan atau dengan harga yang dapat berubah-ubah misalnya Potensiometer, NTC, PTC & Resistor variabel lainnya.
    Cara pengukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen diode.

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen    Bila pengujian diode (germanium dan silikon) dengan continuity tester ini memungkinkan untuk mengetahui kondisi dari diode pada saat posisi sebagai rintangan pada arah mundur dan menghantar pada arah maju.
    Diode juga merupakan komponen yang mempunyai kecenderungan mudah rusak dimana jika terminal-terminal nya ditekukkan tepat pada casing/ badan akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki kembali.
    Cara menguji kondisi dari diode adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 2 dibawah ini:
Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen

    Bentuk fisik dari diode biasanya seperti pada gambar 3 dibawah ini dimana pada badan diode tersebut diberikan tanda berupa cincin pada salah satu sisi sebagai tanda posisi katode(K) sedangkan sisi yang lain adalah anode (A).


    Pada gambar.4 ini memperlihatkan cara melakukan pengujian kondisi dari diode, dimana  pada saat diode dalam posisi anode mendapat tegangan positif dan katode mendapat tegangan negatif jarum penunjuk akan memberikan nilai pengukuran dengan simpangan tertentu , yang berarti diode konduksi. 
    Tetapi untuk posisi diode dengan katode mendapat tegangan positif dan diode mendapat tegangan negatif jarum penunjuk tidak menyimpang ini menandakan diode melakukan fungsinya sebagai perintang. Jika dalam pengujian  didapati kedua kondisi pengukuran ini berarti diode tersebut masih berfungsi dengan baik.

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen transistor

    Bentuk kemasan dari transistor terdiri atas beberapa jenis dimana fungsi masing- masing mempunyai fungsi yang berbeda beda.
    Berikut ini di berikan beberapa bentuk kemasan dari transistor lengkap dengan terminal - terminal kakinya( gambar 4.
    Dilihat dari sisi terminal kaki (bawah).
Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen
Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen

    Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar dari fungsi transistor (NPN, PNP)harus dalam keadaan tidak terpasang pada rangkaian.
Perbedaan diantara NPN dan PNP transistor:
    Untuk memahami struktur material dari transistor maka transistor dapat dianggap tersusun dari rangkaian diode seperti pada gambar berikut ini.
Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen

Pengukuran/pengujian Transistor NPN.

    Untuk pengukuran/pengujian Transistor NPN, Terminal positif (tegangan positif) tester dihubungkan dengan basis dari transistor dan terminal negatif (tegangan negatif) tester dihubungkan ke emitor atau ke kolektor, maka akan mendapatkan hasil pengukuran yang menunjukkan kondisi dari transistor tersebut.
    Jika transistor ini baik maka jarum penunjuk akan memberikan nilai besaran tertentu
    Pada saat kita membalik terminal-terminal tester ( basis mendapat tegangan negatif dan emitor / kolektor mendapat tegangan positif ) jarum penunjuk tidak akan menyimpang sebab transistor bekerja dengan fungsi sebagai diode yang dalam keadaan merintangi/ memblokir aliran arus.

Pengukuran/pengujian Transistor PNP.

    Untuk pengukuran /pengujian transistor PNP, terminal negatif (tegangan negatif) tester dihubungkan dengan basis dari transistor dan terminal positif (tegangan positif) tester dihubungkan ke emitor atau ke kolektor, maka akan mendapatkan hasil pengukuran yang menunjukan kondisi dari transistor tersebut. Jika transistor itu baik maka jarum penunjuk akan memberikan nilai besaran tertentu.
    Pada saat kita membalik terminal-terminal tester ( basis mendapat tegangan positif dan emitor / kolektor mendapat tegangan negatif ) jarum penunjuk tidak akan menyimpang sebab transistor bekerja dengan fungsi sebagai diode yang dalam keadaan merintangi/ memblokir aliran arus.

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen kapasitor/kondensator

    Dengan continuity tester/ohmmeter akan sukar diperoleh bentuk pengujian yang pasti dari kapasitor. Ini hanya mungkin dengan membuat penafsiran terhadap perubahan harga resistansi pada saat kita start melakukan pengujian (kondisi awal pengisian).
    Pada kondisi capasitor kosong akan mempunyai nilai resistansi sama dengan nol, sehingga pada saat kita melakukan pengukuran dengan ohmmeter nilai resistansi awal adalah nol, dengan cepat akan berubah mencapai nilai resistansi yang tinggi / tidak terukur.
    Apabila kita menggunakan continuity tester dengan sinyal suara maka kapasitor akan diisi oleh battery tester tersebut yang berakibat suara yang dihasilkan berubah sesuai dengan penambahan nilai resistansinya. 
    Jika tidak ada sinyal yang terdengar dapat diartikan kondisi dari capasitor tersebut rusak atau nilai dari capasitor tersebut terlalu kecil sehingga proses pangisiannya berlangsung dengan cepat dan tidak mempunyai energi yang cukup untuk menghasilkan suara.
    Jika kita melakukan pengujian untuk jenis kapasitor janis elektrolit kita harus memeriksa polaritas dari capasitor tersebut harus sesuai dengan polaritas tegangan dari tester yang kita gunakan. Jika hal ini kita abaikan dapat menimbulkan kerusakan pada capasitor tersebut.
    Disamping polaritas kita juga harus memperhatikan batas tegangan dari kapasitor. Sebab ada ohmmeter dengan tegangan battery sebesar 9 volt dapat merusak capasitor elektrolit jjenis tantalum  yang mempunyai batas tegangan rendah sebesar l,5volt. Jikahal ini diabaikan maka dapat merusak isolator dari kapasitor tersebut.

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen lilitan.

    Untuk menguji lilitan dapat ditempuh cara yang sama seperti pada saat kita menguji hubungan kabel. Tetapi disini kita hanya akan mendapatkan pengujian terhadap nilai resistansi DC.
    Untuk beberapa jenis lilitan yang mempunyai lebih dari satu lilitan (misalnya trafo atau relay) ada kemungkinan untuk dilakukan pengujian terhadap kondisi hubung singkat antar lilitan satu dengan lilitan dua (hubung singkat antara primer dan sekunder).

Menguji kondisi dan mengukur nilai komponen switches dan kontak

    Semua peralatan continuity testers dapat digunakan untuk menguji kondisi dari komponen ini. Kerusakan pada peralatan ini dapat terjadi karena pemakaian yang salah melebihi capasitas arusnya. Oksidasi pada permukaan kontak kerusakan pada sistem mekaniknya dan lain sebagainya.



Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay

Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay

Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay1. Apakah Relay?

    Sebelum mengetahui fungsi dan jenis relay , harus di pahami dulu "apakah relay itu?". Relay adalah saklar listrik/elektrik yang membuka atau menutup sirkuit/rangkaian lain dalam kondisi tertentu.
   Jadi relay pada dasarnya adalah sakelar yang membuka dan menutupnya ( open dan closenya) dengan tenaga listrik melalui coil relay yang terdapat di dalamnya.    Pada awalnya sebuah relay di anggap memiliki coil/lilitan tembaga/cooper yang melilit pada sebatang logam, pada saat coil di beri masukan arus/ tegangan listrik/elektrik maka coil akan membuat medan elektromagnetik yang mempengaruhi batang logam di dalam lingkarannya tersebut untuk menjadikannya sebuah magnet. 

    Kekuatan magnet yang terjadi pada batang logam tersebut menarik lempeng logam lain yang terhubung melalui armature/tuas ke sebuah sakelar. Biasanya relay memicu sakelar terbuka dan tertutup, dan hal ini tergantung type dan kebutuhan. 

2. Tujuan pemakaian relay

Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay    Tapi dengan kemajuan jaman relay tidak lagi identik dengan perangkat mekanis seperti di atas.    Lalu apakah tujuan penggunakan relay dalam rangkaian listrik atau sirkuit elektronika? Ada beberapa tujuan penggunaan relay dalam rangkaian listrik maupun elektronika, yaitu:

  1. Untuk pengendalian sebuah rangkaian
  2. Sebagai pengontrol sistem tegangan tinggi tapi dengan tegangan rendah.
  3. Sebagai pengontrol sistem arus tinggi dengan memakai arus yang rendah.
  4. Fungsi logika.

3. Jenis - jenis relay

    Untuk memenuhi kebutuhan di dalam merangkai atau membuat sirkuit listrik dan elektronika, beberapa produsen membuat/memproduksi berbagai macam / jenis relay, namun secara sistem relay di bagi atas:

  • Electromagnetic Relays (EMRs)

    Electromagnetic Relays (EMRs) terdiri dari kumparan/ coil untuk menerima sinyal tegangan tertentu, dengan satu set atau beberapa kontak yang terhubung pada armature/tuas yang diaktifkan/digerakkan oleh kumparan energi untuk membuka atau menutup sirkuit listrik sebagai hasil dari proses relay tersebut.

  • Solid-state Relays (SSRs)

    Solid-state Relays (SSRs) menggunakan output semikonduktor bukan lagi kontak secara mekanik untuk membuka dan menutup sirkuit. Perangkat output optik-digabungkan ke sumber cahaya LED di dalam relay. Relay dihidupkan dengan energi LED ini, biasanya dengan tegangan DC power yang rendah.

  • Microprocessor Based Relays

    Mengunakan mikroprosesor untuk mekanisme switching. Umum digunakan dalam pemantauan sistem proteksi power/ daya.
Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay

4. Apa keuntungan penggunaan relay dan kerugian yang di dapat?

  • Electromagnetic Relays (EMRs)

  1. Sederhana dan mudah di pahami
  2. Tidak mahal
  3. Mudah diperbaiki secara teknik

  • Solid-state Relays (SSRs)


  1. Tidak ada gerakan mekanis
  2. Secara proses lebih cepat dari EMR
  3. Tidak memicu antara kontak, sebagai kontak mandiri

  • Microprocessor-based Relay


  1. Presisi yang jauh lebih tinggi dan lebih handal dan serta tahan lama.
  2. Meningkatkan keandalan dan kualitas daya sistem tenaga listrik sebelum, selama dan setelah kesalahan terjadi.
  3. Mampu bekerja baik dengan digital maupun analog I /O
  4. Harga yang lebih mahal

5. Mengapa sebuah sistem membutuhkan perlindungan/pengamanan/proteksi?


  • Agar tidak ada fault free pada sistem.
  • Hal ini tidak praktis dan tidak ekonomis untuk membuat sebuah 'fault free' pada sistem.
  • Sistem kelistrikan akan mentolerir tingkat kesalahan tertentu .
  • Biasanya kesalahan disebabkan oleh kerusakan isolasi karena berbagai alasan: usia sistem, pencahayaan, dll

6. Kesalahan yang terjadi pada rangkaian listrik/elektrik kebanyakan adalah 


  • Karena 'phase-to-ground faults', kesalahan hubungan antara phase listrik ke grounding
  • Kesalahan 'phase-to-phase', kesalahan antar phase
  • Kesalahan phase-phase-phase, juga kesalahan antar phase dan
  • Kesalahan double-phase-to-ground, antara dua phase ke grounding.

7. Keuntungan menggunakan relay sebagai pelindung rangkaian


  • Mendeteksi kegagalan sistem, di saat hal itu terjadi relay akan mengisolasi bagian yang terjadi kesalahan dari semua sistem .
  • Mengurangi dampak kegagalan setelah hal itu terjadi meminimalkan risiko kebakaran, bahaya bagi sistem tegangan tinggi dan lainnya.

8. Perbandingan pemakaian relay dengan alat serupa

   1. Perbandingan penggunaan relay sebagai pengaman rangkaian/sirkuit dengan circuit breaker (CB)


  • Relay adalah seperti otak memutus dan menyambung sirkuit seperti otot manusia.
  • Relay membuat keputusan berdasarkan pengaturan.
  • Relay mengirimkan sinyal ke circuit breaker. Berdasarkan pengiriman sinyal pemutus sirkuit akan membuka / menutup.

   2. Perbandingan penggunaan relay sebagai pengaman rangkaian/sirkuit dengan fuse/ sekering.


  • Relay memiliki pengaturan yang berbeda dan dapat diatur berdasarkan kebutuhan keamanan.
  • Relay dapat direset.
  • Sekering hanya memiliki satu karakteristik yang spesifik untuk satu jenis.
  • Sekering tidak dapat direset tetapi diganti jika mereka putus.

9. Skema perlindungan/pengamanan/proteksi menggunakan relay di butuhkan pada beberapa hal seperti berikut:

1. Motor Protection

  a. Motor Protection Timed Overload

  • Timed Overload. Motor terus beroperasi di atas nilai akan menyebabkan kerusakan termal motor.
      1. Thermal Overload Relays. 
  • Menggunakan strip bimetal untuk membuka / menutup kontak relay ketika suhu melebihi / turun ke tingkat tertentu.
  • Memerlukan waktu reaksi tertentu
  • Waktu Inverse / hubungan saatPlunger-type Relays
Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay

       2. 
Plunger-type relays


  • Reaksi yang cepat
  • Menggunakan Timer untuk waktu tunda/delay
  • Waktu Inverse / hubungan sesaat
Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay

       3. 
Induction-type relays
  • Paling sering digunakan saat daya AC naik dengan tiba tiba
  • Merubah waktu untuk mengatur waktu delay

Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay


  b. Motor Protection Stalling

  • Ini terjadi ketika sirkuit motor energize, tapi rotor motor tidak berputar. Hal ini juga disebut rotor terkunci.
  • Efek: ini akan menghasilkan arus yang berlebihan mengalir yang tetap mengalir. Hal ini akan menyebabkan kerusakan termal untuk kumparan motor dan isolasi.
  • Sejenis relay yang digunakan untuk motor timed overload protection yang berlebihan dapat digunakan untuk pelindung motor.

  c. Motor Protection Single Phase and Phase Unbalance

  • Single Phase: Motor tiga phase saat hilangnya salah satu dari tiga fase dari sistem distribusi listrik.
  • Phase unbalance: Dalam sistem yang seimbang antar tiga tegangan line-netral sama besarnya dan pembagian 120 derajat tiap phase satu dengan lain. Jika tidak, sistem ini tidak seimbang.

Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay


 d. Motor Protection yang lain

  • Instantaneous Overcurrent. Differential Relays

  • Undervoltage. Electromagnetic Relays
  • Ground Fault. Differential RelaysTransformer Protection

2. Transformer ProtectionThermal overload relays

  a. Gas and Temperature Monitoring
    1. Gas Monitoring
     Relay ini akan mendeteksi setiap jumlah gas di dalam trafo. Sejumlah kecil gas akan menyebabkan ledakan transformator.
    2. Temperature Monitoring
    Relay ini digunakan untuk memonitor suhu kumparan dari transformator dan mencegah overheating.
  b. Differential and Ground Fault Protection
     Ground Fault. Untuk koneksi Wye, kesalahan grounding dapat dideteksi dari kawat netral terbumi.
Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay

3. Generator Protection

  a. Differential and Ground Fault Protection
   b. Phase unbalance
Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay

  • Arah rotasi dari urutan negatif adalah berlawanan dengan apa yang diperoleh ketika urutan positif diterapkan. 
  • Negative sequence unbalance factor = V-/ V + atau I-/ I +

Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis relay


  • Urutan negatif Relay akan terus mengukur dan membandingkan besarnya dan arah arus.



10. Kesimpulan


  • Relay mengontrol output sirkuit untuk daya yang lebih tinggi.
  • Keselamatan akan meningkat
  • Relay sebagai proteksi/pelindung sangat penting untuk menjaga kesalahan dalam sistem diisolasi dan menjaga peralatan agar tidak rusak.

Pembahasan Komponen Pasif Elektronika ( jenis dan fungsinya)

Pembahasan Komponen Pasif Elektronika ( jenis dan fungsinya)

Pembahasan Komponen Pasif Elektronika ( jenis dan fungsinya)    Komponen pasif adalah komponen yang tidak membutuhkan catu daya untuk beroperasi dan tidak menghilangkan daya, meskipun dalam beberapa kasus jumlah disipasi di anggap tidak ada.
     Tidak ada komponen yang murni 100% pasif yang menghasilkan output daya listrik lebih dari inputnya. Sedangkan komponen aktif adalah sebaliknya, membutuhkan power supply / daya (biasanya DC), sehingga output daya sinyal dari komponen aktif bisa lebih tinggi dari kekuatan sinyal pada inputnya. Komponen pasif tipikal adalah resistor, kapasitor dan induktor, sementara komponen aktif kita kenal adalah transistor dan IC.
    Semua komponen, aktif atau pasif, perlu terhubung ke sirkuit, dan dua bentuk utama dari koneksi, mekanik dan listrik, yang digunakan dalam sirkuit elektronik modern adalah lead kawat tradisional, berulir melalui lubang di papan sirkuit cetak dan permukaan pemasangan perangkat yang lebih modern Surface Mounting Devices(SMDS) yang disolder langsung ke trek board. Komponen pasif dan aktif dapat menggunakan salah satu jenis koneksi dan pemasangan tersebut.    Komponen untuk digunakan pemasangan permukaan tab datar di tempat kawat lead (wire leads), dan karena tab ini bisa lebih rendah nilai induktansi.
     Tab yang disolder langsung ke bantalan terbentuk ke board, sehingga selalu ada trek di sisi komponen board serta pada sisi yang berlawanan. Kebanyakan papan SMD adalah dua sisi, sehingga trek dan komponen juga ditempatkan di sisi lain dari board. 
    Multilayer Boards ( seperti rancangan di gambar atas) juga sering digunakan, terutama untuk ponsel (bahkan sampai 6 lapisan) dan motherboard komputer.
    Penggunaan SMDS menyebabkan produsen elektronik mampu menyediakan komponen yang secara fisik jauh lebih kecil, tetapi dengan koneksi yang membuang panas lebih mudah, mekanis kuat dan memiliki hambatan listrik rendah dan lebih rendah dari induktansi. Beberapa komponen dapat dibuat sangat kecil sehingga tidak mungkin untuk menandai nilai atau nomor kode ke mereka.
     Tentunya bukan jadi masalah tersendiri dalam perakitan secara otomatis, karena pita atau gulungan hanya perlu dimasukkan ke dalam posisi yang benar dalam perakitan mesin, tetapi perawatan yang cukup harus diambil ketika mengganti komponen tersebut secara manual, dan mereka harus disimpan dalam kemasan mereka sampai mereka disolder ke tempatnya.    
    Mesin perakitan komponen SMD diikuti oleh proses penyolderan otomatis, yang saat ini biasanya melibatkan penggunaan pasta solder atau krim (yang juga mempertahankan komponen di tempat sampai komponen disolder) dan sistem pemanasanya dengan meniup gas nitrogen panas di atas board.Pembahasan untuk komponen pasif kita mulai dari Resistor



Pembahasan Komponen Pasif Elektronika ( jenis dan fungsinya)


 
Support : PT MITRA PERSADA SEJATI | RODOGOBLOG | MPS Marine Blog | ABI ROYEN
Copyright © 2012. Abi Blog - All Rights Reserved
Thanks for : Maskolis Template
By Blogger